Era Morgetta





Era Morgetta 
(penggalan lirik lagu dari sebuah boy group terkenal asal negeri gingseng)





Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk paling sempurna dalam setiap lekuk dan hembusan nafas hidupnya, yang kurasa semua orang tau. Tahukah apa hal paling luar biasa yang dimiliki manusia namun tidak dimiliki mahluk lain? kecuali akal itu adalah perasaan (baik amarah, dendam, benci, sedih, kasih sayang dan cinta) tidak perduli berapapun usianya dan apa jenis kelaminnya, kurasa semua manusia merasakan hal yang sama.
Jika memang ada yang tidak bisa merasakan hal itu kurasa terdapat kelainan yang perlu dipertanyakan dan diperiksakan. Semua rasa itu didorong dan didukung semakin kuat oleh sebuah hal yang dapat berguna atau bahkan membahayakan manusia, ketika tidak dikendalikan dengan bijaksana yakni “nafsu”.
Sejujurnya nafsu-lah yang membedakan keistimewaan yang dimiliki manusia dibandingkan mahluk lain. Karena setelah dipikir-pikir bahkan hewan seperti anjing dan kucing tak jarang juga memiliki kasih sayang, seperti yang mereka tujukan kepada sang majikan. Tentunya setelah mereka mendapat perlakuan yang sama dari sang majikan dan telah dilatih sedemikian rupa untuk mengerti kehendak majikannya (pada dasarnya mereka tetaplah binatang).
Berbicara soal perasaan mungkin yang paling banyak dibicarakan dan paling sering ingin didengar adalah kasing sayang dan cinta. Meski tidak menutup mata bahwa akhir-akhir ini terdapat beberapa oknum yang lebih suka menebar kebencian dan dendam, demi meraih keuntungannya sendiri dan jelas itu bukan sesuatu hal yang patut dibicarakan lebih dalam.
Berbicara soal cinta dan kasih sayang jika mengulas acara drama atau musik memang terkesan manis dan indah, namun bukan berarti asam, pahit dan kecutnya dapat begitu saja terabaikan. Berdasarkan pengalaman atau sekedar cerita orang banyak yang membahas tentang asam, pahit dan kecutnya cinta dalam sebuah hubungan.
Pernah mendengar istilah cinta “sepihak” “dalam diam” atau “sendiri”?? taukah bagaimana persamaan dan perbedaan dari masing-masing?. Berdasarkan dari apa yang aku baca akhir-akhir ini “cinta dalam diam” adalah mencintai seseorang dan melakukannya dengan melibatkan Tuhan (tentunya sesuai dengan kepercayaan masing-masing).
Akan tetapi masih banyak pendapat lain tentang “cinta dalam diam” sesuai dengan beberapa referensi yang pernah aku baca. Sedangkan “cinta sepihak” atau “cinta sendiri” bagiku adalah manusia pengecut yang mencintai seseorang sesuai caranya sendiri dengan hanya melihat dari jauh dan menyimpan rapat luka dan bahagianya sendiri sedangkan orang tersebut telah menunjuk orang lain. Dia berfikir seolah dia merasa cukup hanya dengan melihat dan mengagumi dari jauh, padahal itu tindakan bodoh dan sama sekali tidak mendukung. Seseorang pernah berkata padaku “bahwa cinta ibarat kebutuhan ekonomi”, akan tetapi tindakan tersebut tidak terlalu bodoh jika hasilnya kau masih bebas merasakan indahnya cinta itu sendiri ketimbang kau nekat menyatakan namun berujung pada situasi rumit yang tidak dapat terselesaikan.
Dari apa yang aku dengar dan peroleh semua istilah tersebut pada dasarnya sama hanya berbeda cara memandang dan mengaplikasikan, ujung dan inti permasalahannya adalah mereka yang melalui cinta seperti itu adalah mereka yang kuat dan bodoh secara bersamaan.
Dari sekian banyak pengantar diatas mungkin akan lebih nyaman jika langsung dicontohkan, seperti yang telah aku alami baru baru ini atau lebih tepatnya sedang kualami. Percaya atau tidak dalam urusan cinta aku tidak pernah seberuntung urusan yang lain walau bahkan urusan yang lain aku tidak sesering itu memperoleh keberuntungan. Padahal aku merupakan orang yang cukup baik dalam memberikan kajian cinta kepada teman-temanku, namun hal itu semakin aneh jika sang penasehat juga memiliki kisah yang indah dalam percintaannya. Lalu bagaimana dia bisa memberikan nasihat padahal dia sendiri buruk, apakah nasihatnya tidak dapat dipercaya?? Jelas salah nasihat itu tetap dapat diaplikasikan hanya saja si penasihat tak cukup punya banyak kesempatan untuk menggunakan kemampuannya itu. Maka dari itu dia terlihat akan sangat memprihatinkan dalam urusan yang satu ini.
Sebentar,, kondisi ini dialami juga oleh BIAS (artis korea yang kita kagumi, karena aku penikmat apapun hal tentang korea namun jangan salah karena INDONESIA masih tetap number UNO yah walau kadang-kadang orangnya kerap membuat sakit kepala). Dia adalah baby kecil G-DRAGON, mungkin ini sedikit melenceng dan terlalu jauh jadi mari dilanjutkan. Next....
Ini adalah kesekian kali kisah “cinta dalam diam” atau apalah itu (era morgetta) yang aku alami. Cerita ini kutulis pukul 02.41 dini hari tanggal 28 desember 2017 disaat aku tidak bisa memejamkan mata barang sedetik bukan karena terlalu memikirkannya akan tetapi karena habis minum kopi (ya jadi aku memang payah dalam hal kopi) oke lanjut.
Bisa dibilang dari kesekian kisah mengenaskan inilah yang paling mengenaskan. Sempat senang karena setelah sekian lama aku kembali menyukai seseorang yang murni suka bukan BAPER (walau ini masih dapat dikategorikan dalam hal menyenangkan atau tidak). Aku tidak ingin menceritakan bagaimana dan dimana aku mulai mengalami kisah ini karena itu sudah terlalu biasa. Mungkin ini akan sangat berbelit-belit karena sesuai dengan karakterku yang sedikit ruwet dalam mengutarakan sesuatu.
Kisah ini adalah bagian dari pengakuan yang tidak bisa aku ungkapkan pada DIA karena orang yang aku suka teramat baik dan sangat menyebalkan secara tidak langsung berbeda dengan tipe ku yang harusnya sedikit BAD BOY.
Ingin rasanya aku mengajak dia bertemu sambil melakban mulutnya agar tetap diam sembari melihat mataku namun tentu dengan tetap memasang telinga untuk mendengarkan ocehanku. Namun sebelum itu aku ingin menampar, menjambak, menendang dan membuatnya seakan tersakiti (aku penuh dendam dalam menulis kalimat ini) kata siapa kita tidak tega melakukan hal buruk pada orang yang kita sayangi. Terkadang hal tersebut walau terlihat kejam adalah bagian bukti paling nyata kita mencintai seseorang dengan tulus. Walau hal ini sama sekali tidak dibenarkan dan dapat ditindak pidanakan (bukan untuk ditiru), mengingat kata-kata tersebut aku ragu jika memposisikan diriku sebagai pihak yang tersakiti, oke next.

Masuk prolog :
(salah satu yang paling ingin kuutarakan namun seakan tertahan disini)
Mas... aku ingin berbicara sesuatu hal padamu, tahu tidak bahwa aku sejujurnya ingin menampar dan mencakar mukamu saat ini?? Namun setelah itu aku ingin berlari dalam pelukanmu dan menangis tersedu-sedu hanya demi agar kau tahu bagaimana perasaanku dan kesulitan yang kualami.
Tahu tidak mengapa aku marah, aku cuek padamu itu bukan tanpa sebab dan alasan aku marah ketika aku tahu bahwa kau dengan diam-diam keluar dan pergi entah kemana dengan siA tanpa sepengetahuanku.
Memang aku tidak ada hak namun yang aku benci adalah kenapa kalian seolah menyembunyikan itu dari ku dan membuatku seolah menjadi orang bodoh. Jika niatanmu adalah untuk tidak menyakiti hatiku itu sangat tidak membantu karena aku akan semakin sakit.
Kalian pergi dan menjemputnya dikosanku dengan membuat orang lain yang membuka pintu pagar agar tidak diketahui oleh ku seolah begitu tidak berartinya aku ya mas???
Tau apa yang aku pikirkan saat kalian keluar aku membayangkan hal paling gila dan menyakitkan, bagaimana kamu tertawa bersama dia, menikati kopi yang bahkan tidak bisa kunikmati karena ketidak mampuanku, berpegangan tangan saling berdekatan dan bahkan sampai berujung jadian.
Aku tidak tau sejak kapan kamu asik dengan dia yang bahkan dulu kau sangat dekat denganku, apa yang telah berubah mas dariku tolong katakan bagaimana kalian bisa dekat bahkan lebih dekat sebelum denganku. Jika kau membandingkannya dengan maaf FISIK jelas aku kalah telak dengannya tapi kurasa kau bukan tipe yang seperti itu.
Aku sangat teramat tidak menyukai keadaan itu mas, itulah yang membuatku ingin mendiamkan mu karena aku merasa disini siA tidak salah, kurang baik apa aku haaaa, dalam hal ini aku tahu cinta begitu egois.
Saat itu aku marah dan membencimu seolah kau telah melakukan hal yang salah besar. Hingga akhirnya kau yang orang baik merasa risau dengan kemarahannku bahkan aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa demikian, kurasa aku sudah gila dan aku memutuskan untuk pergi dan mendiamkan mu. Bahkan aku tidak segan meminta waktu sendiri, karena kau orang baik atau mungkin kau tidak perduli kau mengijikan dan mengabulkan permintaanku. Padahal aku berharap kau menahanku lebih keras namun seketika aku ingat siapa aku???
Bahkan aku baru menyadari bahwa aku tidak sanggup dengan kegilaan itu genap seminggu aku membuang lagi ego dan harga diriku untuk menghubungimu kembali dan kau masih dengan berbaik hati kembali menerima ku dan memaafkanku. Kembali aku menjalin hubungan baik dengan mu dan mengetahui kenyataan bahwa kau sangat merisaukan kemarahanku.
Hingga pada suatu kesempatan kita bertiga dipertemukan dalam waktu dan ruang yang berbeda dimana dengan gampangnya kalian membodohiku membuat janji temu dengan siA tanpa sepengetahuanku.
Awalnya aku berbaik sangka namun ternyata benar kalian merencanakan itu dibelakangku. Kamu tau apa yang aku rasakan mas??? Sakittttttttt aku benci dan marah karena aku tidak sanggup mengutarakannya kepadamu akhirnya kembali aku bertingkah bodoh dengan membencimu padahal dalam hal ini aku adalah pihak paling tersakiti mas bukan hanya kamu yang tidak mengerti dengan sikapku.
Lalu kembali aku membuang harga diri dan banyak waktuku yang mungkin bisa kupergunakan untuk hal lain hanya demi untuk kembali menghubungimu dan meminta maaf. Sesaat setelah aku ditegur temanku ketika aku belum ikhlas melepasmu dan terperangkap dengan nafsu.
Namun agaknya itu terlambat entah kau yang telah bosan, sibuk atau nyaman atau sadar bahwa tidak ada gunanya meladeni aku yang bukan siapa-siapa bagimu dan hanya membuang waktu dengan respon dingin.
Kembali disini aku adalah orang yang tersakiti dan merasa paling hina, namun aku berprinsip mungkin pernyataan ku selama ini melupakan dengan membenci dan pergi adalah hal yang salah. Akhirnya aku memutuskan mencintaimu dengan tulus dan tidak berharap apa-apa asal masih bisa berhubungan baik dengan mu. Walau semua hal di drama itu jelas bulshit bahwa ada sedikit harapan kau akan melihat ku dan berpaling atau kemungkinan terburuk aku yang lelah.
Aku terus menghubungimu duluan pagi malam setiap hari sebisaku, jika orang lain melihat begitu hinanya aku demi orang sepertimu. Apa aku tidak punya kegiatan lain? Salah banyak hal yang harus aku lakukan. Apa aku tidak ada hal yang harus dipikirkan? Tentu ada dan bahkan telah aku tinggalkan hanya demi hal konyol ini.
Namun siapa perduli cinta atau nafsu entahlah seolah semuanya telah membutakan aku. Akan tetapi bukan tanpa tujuan aku melakukannya, mengingat satu hal yang pernah dikatakan sahabat “cintai dan lakukan semuanya untuk orang itu agar tidak ada penyesalan diakhir” karena tidak ada sesuatu hal yang akan bertahan lama atau abadi.
Jika ada pasangan yang bertahan hidup bersama selama beratus ratus tahun percayalah bukan karena rasa cinta yang mereka miliki tapi nyaman, terbiasa dan saling menguatkan.
Bagaimana dengan aku?? Apakah aku tidak nyaman? Sangat aku sangat nyaman dan terbiasa tapi aku sendirian mas kita tidak saling menguatkan karena aku hanya sendiri. Dan kurasa masa itu telah datang, aku harus rela melepaskan karena aku lelah bukan karena aku bosan.
Pernah kubaca dalam kutipan bahwa orang yang keren adalah orang yang tahu kapan saatnya berhenti, aku memang bodoh dalam hal ini tapi aku tidak ingin bodoh untuk hal lain. Jika aku tidak dicintaimu kurasa aku lupa bahwa masih ada Tuhan yang sesaat sempat terlupakan karena kamu.
Dan bahwasanya kamu hanyalah bagian dari ciptaannya untuk menguji aku.  Menahan sakit atau luka terlalu lama bukanlah hal yang Tuhan ku suka. Memilih bersikap pura-pura tidak perduli adalah hal yang mudah namun bersikap pura pura tidak mencintai adalah sulit entah aku mendengarnya dalam drama apa tapi itu benar.  
Harapanku adalah aku ingin mencoba melakukannya sampai akhir sesuai dengan keyakinan ku hingga satu hari nanti aku benar-benar melepaskanmu sehingga aku tidak akan menyesal dan dengan puas mengatakan bahwa sepanjang tahun 2017 ini kau dan hal lain yang telah kucapai dapat membuatku mengatakan bahwa “putu kamu telah melakukannya semuanya dengan cukup baik” sehingga aku bisa meninggalkan mu dan tahun 2017 untuk melangkah kedepan dengan tujuan utamaku yang kuharap itu bukan kamu dimasalalu dan rasa sakit yang kubuat.
Dari semua yang terjadi sejujurnya aku tidak pernah benar-benar membencimu, aku akan mengingat hal baik apa yang telah kamu ajarkan.
Kututup kisahku di 2017 dengan kebodohan dan kerumitan untuk tidak mengulanginya kembali bahwa aku telah berjuang dan melakukan semuanya dengan cukup baik.

Semoga kisah ini mengajarkan kepada diriku dimasa depan untuk lebih bijak lagi “bahwa apa yang menurut mu itu mudah dan benar tidaklah seperti kelihatannya, kau harus bisa membedakan apakah itu suara hati atau hanya nafsu, mungkin berbeda cerita jika ini tidak pernah keluar dari mulutku tapi takdir orang siapa yang tau jika tidak mencoba” dan tulisan ini secara tidak langsung menjadi media untuk membuat beban ku berkurang karena sampai kapanpun tidak akan mungkin tersampaikan padamu.
Sejujurnya atas kesalahan ini tidak ada yang aku sesali karena ini adalah pilihan jadi untuk apa, dalam sebuah novel aku pernah membaca “Emang kadang terbuka itu mengerikan. Ada banyak kemungkinan, seperti penolakan atau bisa saja saling menjauh dan tidak bisa lagi  seperti dulu atau apapun itu. Tapi yang jelas segalanya akan jadi jauh lebih melegakan (Entangled-Michelle Tanera)”. Dalam hidup kita hanya bisa memilih 1 dari 2 jika memaksa maka akan rakus jadinya dan aku percaya itu, namun jika mungkin ada yang berhasil memiliki keduanya itu karena Tuhan terlampau menyayangimu.
Good bye 2017 -Teman Cerita-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu : TIme : Sigan